Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, menggelar rapat evaluasi bersama para reje kampung pada Kamis (9/4/2026) untuk membahas permasalahan drainase yang sering menyebabkan banjir saat curah hujan tinggi. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari hasil monitoring lapangan yang menunjukkan banyak saluran drainase tidak berfungsi optimal.
Dalam rapat tersebut, sejumlah reje kampung menyampaikan kondisi drainase di wilayah masing-masing. Reje Kampung Teluk One-One, Usman, menuturkan bahwa saluran drainase di kampungnya sering tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga air meluap ke badan jalan. Hal serupa diungkapkan Reje Kampung Keramat Mupakat yang menilai kapasitas drainase sudah tidak memadai akibat penyempitan saluran, penyumbatan sampah, dan endapan tanah.
Permasalahan Drainase di Aceh Tengah
- Saluran drainase tidak berfungsi optimal menyebabkan luapan air ke jalan dan permukiman warga.
- Kapasitas drainase tidak memadai akibat penyempitan saluran, penyumbatan sampah, dan endapan tanah.
- Drainase rusak parah akibat bencana, membutuhkan normalisasi maupun pelebaran saluran.
- 15 masukan dari reje kampung dicatat untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Komitmen Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, menyampaikan komitmennya untuk memaksimalkan penanganan permasalahan drainase sesuai dengan kemampuan daerah. Ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan drainase demi kepentingan masyarakat.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Kalaksa BPBD, Kepala Dinas Perkim, perwakilan PUPR, Kepala BPKK, Camat Lut Tawar, Camat Bebesen, serta perwakilan Camat Kebayakan. Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan penataan drainase di Aceh Tengah dapat segera dilakukan secara terarah, sehingga mampu mengurangi risiko banjir dan genangan air yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.