Puluhan warga Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat bersama mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh melakukan blokir jalan lintas pendidikan pada Sabtu (26/04). Mereka menolak pengangkutan limbah hasil pembakaran batu bara (FABA) oleh truk besar milik perusahaan swasta yang menurut mereka tidak memiliki izin dan mengancam keselamatan jalan.
Menurut Geuchik Desa Ainal Mardhiah, aktivitas pengangkutan telah menyebabkan kerusakan berat pada jalan desa dan membahayakan mahasiswa yang menggunakan jalur tersebut untuk menuju kampus UTU dan STAIN Teungku Dirundeng. Perusahaan mengklaim jalan milik negara sehingga berhak melintas, namun tidak mampu menunjukkan surat izin atau dokumen regulasi tentang limbah yang diangkut.
Dampak pada Jalan Pendidikan dan Keamanan Warga
- Puluhan warga dan mahasiswa terlibat dalam aksi blokir.
- Jalan yang diduduki merupakan akses utama ke kampus UTU dan STAIN Teungku Dirundeng.
- Truk berat melintas telah menyebabkan beberapa titik kerusakan jalur desa.
- Warga melaporkan risiko ketertabrakkan hampir terjadi karena aktivitas truk di area padat.
- Perusahaan tidak dapat menunjukkan dokumen izin pengangkutan limbah non‑B3 selama beberapa minggu terakhir.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:Petani Garam Lancok Khawatir, Penghasilan Rosak Akibat Banjir 42 Dapur
ACEH UTARA - Puluhan petani garam tradisional terdampak banjir besar di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, hingga kini luput dari...
Empati Warga Kembang Tanjong Pada Jalan Inpres Rp24 Miliar di Aceh
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), meninjau pembangunan jalan Inpres di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie senilai Rp 24 miliar.
Enam bulan di tenda, tiga keluarga Bireiu menunggu hunian","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":78,"Summary":"Enam bulan setelah
BIREUEN — Air mata Fitriani tak lagi bisa ditahan. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda darurat...
Warga Aceh khawatir, minta evaluasi sistem daycare setelah kasus kekerasan
BANDA ACEH – Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, mendesak evaluasi total terhadap sistem daycare di Aceh, mulai dari perlindungan anak,...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.