Kembalilingkungan

Warga Aceh Barat Blokir Jalan, Takut Truk Ash Ancam Kampus","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":65,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":79,"Summary":"Warga Desa Gunong

Penulis

aceh.antaranews.com

Tanggal

02 Mei 2026

Warga Aceh Barat Blokir Jalan, Takut Truk Ash Ancam Kampus","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":65,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":79,"Summary":"Warga Desa Gunong

Puluhan warga Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat bersama mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh melakukan blokir jalan lintas pendidikan pada Sabtu (26/04). Mereka menolak pengangkutan limbah hasil pembakaran batu bara (FABA) oleh truk besar milik perusahaan swasta yang menurut mereka tidak memiliki izin dan mengancam keselamatan jalan.

Menurut Geuchik Desa Ainal Mardhiah, aktivitas pengangkutan telah menyebabkan kerusakan berat pada jalan desa dan membahayakan mahasiswa yang menggunakan jalur tersebut untuk menuju kampus UTU dan STAIN Teungku Dirundeng. Perusahaan mengklaim jalan milik negara sehingga berhak melintas, namun tidak mampu menunjukkan surat izin atau dokumen regulasi tentang limbah yang diangkut.

Dampak pada Jalan Pendidikan dan Keamanan Warga

  • Puluhan warga dan mahasiswa terlibat dalam aksi blokir.
  • Jalan yang diduduki merupakan akses utama ke kampus UTU dan STAIN Teungku Dirundeng.
  • Truk berat melintas telah menyebabkan beberapa titik kerusakan jalur desa.
  • Warga melaporkan risiko ketertabrakkan hampir terjadi karena aktivitas truk di area padat.
  • Perusahaan tidak dapat menunjukkan dokumen izin pengangkutan limbah non‑B3 selama beberapa minggu terakhir.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.