Timeline Aceh
aceh.antaranews.com
aceh.antaranews.com

Warga Pidie Jaya Bersihkan Rumah Pasca Banjir Berulang, Harap Tanggul Permanen

19 jam yang lalu

Banjir berulang melanda beberapa desa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Rabu malam (8/4). Warga yang terdampak kini kembali membersihkan rumah mereka dari lumpur yang dibawa oleh banjir. BPBD Pidie Jaya telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan badan jalan desa yang berlumpur.

Banjir ini disebabkan oleh jebolnya tanggul sementara yang dibuat dari tanah bekas lumpur banjir awal November 2025 lalu. Desa-desa yang terdampak antara lain Desa Manyang Cut, Beurawang, Meunasah Lhok, dan Masjid Tuha di Kecamatan Meureudu, serta beberapa desa di Kecamatan Meurah Dua.

Dampak Banjir

  • 4 desa di Kecamatan Meureudu terdampak banjir.
  • 9 desa di Kecamatan Meurah Dua juga mengalami banjir.
  • Warga sempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, namun kini kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur.

Harapan Tanggul Permanen

BPBD Pidie Jaya berharap pemerintah pusat segera membangun tanggul permanen di sungai Meureudu. Hal ini penting untuk mencegah banjir berulang di masa depan, terutama saat hujan deras di wilayah hulu sungai. Kondisi saluran warga yang tersumbat dan sungai Krueng Meureudu yang sudah dangkal juga menjadi faktor penyebab banjir.

Upaya Pemulihan

BPBD Pidie Jaya telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan badan jalan desa yang berlumpur. Masyarakat juga telah kembali ke rumah dan mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur. Diharapkan dengan adanya tanggul permanen, banjir tidak akan terulang lagi di masa depan.

Warga Pidie Jaya Bersihkan Rumah Pasca Banjir Berulang, Harap Tanggul Permanen