Gelombang protes terkait penghapusan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) mulai membanjiri ruang publik di Banda Aceh. Spanduk-spanduk kritik terhadap Sekda Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terpantau bertebaran di berbagai sudut kota, mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat.
Masyarakat menilai penghapusan JKA sebagai ancaman terhadap keselamatan jiwa dan akses kesehatan gratis. Program JKA selama ini dikenal sebagai "roh" pelayanan kesehatan bagi warga Aceh, yang memberikan akses pengobatan gratis secara menyeluruh.
Poin-Poin Utama Protes
-
Spanduk Kritik: Pesan-pesan menohok seperti "DPRA jangan Seperti Kambing Congek, Pertahankan JKA" dan "Sekda Bertanggung Jawablah Atas Penghapusan JKA, Lawan" terpampang di lokasi-lokasi dengan mobilitas warga yang tinggi.
-
Kekhawatiran Masyarakat: Warga menyuarakan kekhawatiran terhadap keselamatan jiwa jika program JKA benar-benar dihentikan, dengan pesan seperti "Memotong JKA Mengancam Keselamatan Rakyat".
-
Tuduhan Pembohongan Publik: Masyarakat menilai alasan rasionalisasi anggaran yang sering dilontarkan pemerintah hanyalah bentuk pembohongan publik, seperti tertulis dalam spanduk "Rasionalisasi JKA Pembohongan Publik".
-
Mosi Tidak Percaya: Munculnya spanduk-spanduk ini disinyalir sebagai bentuk mosi tidak percaya masyarakat terhadap kemampuan Sekda Aceh dalam mengelola anggaran daerah.
Program JKA dianggap vital bagi akses kesehatan gratis warga Aceh. Pengurangan atau penghapusan program ini dikhawatirkan akan memicu gelombang protes yang lebih besar di masa mendatang.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.