Tim Pansus DPRA menemukan utang RSUZA sebesar Rp 392 miliar yang terakumulasi dari 2023 hingga 2025. Padahal pemasukan rumah sakit tersebut setiap tahun mencapai Rp 650–800 miliar.
Anggota Banggar DPRA Fuadri menilai kondisi ini memprihatinkan dan menyarankan Inspektorat Aceh melakukan audit keuangan agar tidak mengganggu layanan kesehatan, terutama ketersediaan obat bagi warga Aceh.
Dampak Utang RSUZA terhadap Kesehatan Masyarakat Aceh
- Rp 392 miliar utang RSUZA periode 2023–2025
- Pemasukan tahunan RSUZA Rp 650–800 miliar
- Risiko ketersediaan obat menurun jika utang tidak ditangani
- Manajemen RSUZA menggunakan sistem Badan Layanan Umum (BLU)
- DPRA meminta audit keuangan oleh Inspektorat Aceh
- Harapan penyelesaian utang dalam 1–2 tahun ke depan
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKorban banjir Aceh khawatir, ajukan gugatan administratif PTUN
Korban bencana sumatera melalui tim advokasi dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengajukan gugatan tindak administrasi pemerintah ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jak
Warga Aceh Khawatir Utang RSUDZA Rp 392 Miliar Ancam Layanan
"Kita punya beban utang cukup besar. Ini menyangkut manajemen. Terhadap beban yang sudah ada, bagaimana menutupinya?" kata anggota Pansus
Warga Aceh Penasar Bagaimana Indeks Demokrasi Naik Jadi 83,43
Pemerintah Aceh mencatat capaian signifikan dalam pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2025.
: Pasien Kronis di Aceh Tanpa Batas Desil untuk Obat Wait we need Title only, not include colon. The Title field should be string. We'll put: "Pasien Kronis di Aceh Tanpa Batas Desil untuk Obat" But 1
Pemerintah Aceh menegaskan seluruh rumah sakit di Aceh wajib menerima dan melayani pasien tanpa adanya pembatasan desil (status ekonomi), terutama mereka yang menderita penyakit katastropik


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.