WH Aceh dan anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, bertemu di Jakarta untuk membahas pembentukan lembaga khusus yang akan mengawasi pelanggaran syariat Islam di media sosial. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Penegakan Undang-Undang Daerah WH Aceh, Marzuki SAg MH, dan Haji Uma, yang menyoroti pentingnya langkah komprehensif dalam pengawasan dan penindakan pelanggaran syariat di era digital.
Lembaga terpadu ini direncanakan melibatkan berbagai unsur, termasuk WH, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan kalangan akademisi. Lembaga ini tidak hanya akan berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga memiliki kewenangan dalam verifikasi konten dan pelaku pelanggaran di media sosial.
Poin-Poin Penting
- Lembaga Terpadu: Lembaga ini akan menjadi wadah bersama untuk verifikasi dan tracking pelanggaran syariat Islam di media sosial.
- Koordinasi Lintas Sektor: Lembaga ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara berbagai instansi terkait.
- Kasus Viral: Kasus remaja berinisial C (17) yang diduga melakukan pelanggaran syariat di TikTok menjadi contoh konkret perlunya sistem pengawasan yang lebih terstruktur.
- Dukungan WH Aceh: WH Aceh menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya penindakan dan pembinaan terhadap masyarakat, khususnya pengguna media sosial.
- Penanganan Hukum: Kasus remaja tersebut saat ini sedang ditangani oleh Polda Aceh dan dapat dijerat dengan UU ITE dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UU PA) terkait syariat Islam.
Haji Uma menambahkan bahwa para provokator yang menyulut terjadinya pelanggaran syariat Islam wajib ditangkap, termasuk mereka yang memberikan gift di media sosial.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaKhawatir: Dayah Aceh menerima laptop spesifikasi rendah, kerugian Rp42,5 juta
Dari faktur pembelian yang ditelusuri pemeriksa, diketahui CV Indobina Karya membeli laptop dengan harga riil sekitar Rp15,1 juta per unit. Artinya, terdapat selisih harga hampir Rp9 juta pe
Petani Tangse Terluka Saat Usir Gajah, Dirawat RSUD Sigli ","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":90,"Evidence":70,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Petani dari Tangs
Rusli M Husen (54) warga Dusun Alue Rimeh, Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menjadi sasaran
Aceh Masih Gulang Listrik, Hasballah Desak Kemandirian Energi
Gangguan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem interkoneksi tersebut tidak berjalan efektif dan justru merugikan masyarakat Aceh.
:Investasi Rp 200 T di Nagan Raya, Siap Serap 80.000 Pekerja
Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.