Anggota Komisi V DPR RI, Ruslan M Daud, menyoroti kondisi infrastruktur di Aceh Tengah yang masih memprihatinkan pascabencana. Menurutnya, jalan di daerah tersebut masih jauh dari kata layak, meskipun semangat kemerdekaan sudah terasa.
Komisi V DPR RI berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh Tengah di tingkat pusat. Program pembangunan yang dijanjikan termasuk penanganan jalan longsor, pembangunan jembatan permanen, dan rencana pembangunan jembatan layang dengan anggaran mencapai ratusan miliar rupiah.
Sorotan Pembangunan
- Jalan longsor menjadi prioritas utama untuk diperbaiki.
- Pembangunan jembatan permanen untuk meningkatkan konektivitas.
- Rencana pembangunan jembatan layang dengan anggaran ratusan miliar rupiah.
- Pemanfaatan momentum pascabencana untuk percepatan pembangunan.
Muscab PKB Aceh Tengah
Kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Aceh Tengah digelar untuk memilih ketua baru periode 2026-2031. Calon yang diusulkan antara lain Rudi Sara, Azhari, Saiful MS Amirullah, Nurhidayah, Abdi Nasution, dan Muzakir. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, dan Wakil Ketua DPR Aceh, Salihin.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%
BANDA ACEH - Di tengah keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal...
: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
Kenapa Listrik Aceh Padam Berulang Sebelum Idul Adha? Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatra Bagian
“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian.
Aceh Perlu Badan Pengelola Khusus Agar Dana Otsus Rp110T Tidak Sia‑Sia
Oleh Nasrul Zaman* DUA dekade berlalu sejak lonceng perdamaian berbunyi di Helsinki pada Agustus 2005, yang kemudian dinarasikan secara yuridis...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.