Warga Dusun Silak, Subulussalam, Aceh, panik pada pukul 07.30 WIB setelah melihat api membakar menara Base Transceiver Station (BTS) setinggi 70 meter. Asap hitam membumbung tinggi, menciptakan kekhawatiran akan ledakan atau keruntuhan menara. Petugas pemadam kebakaran dan polisi segera tiba di lokasi, namun api sudah padam.
Ternyata, api disulut oleh petugas teknisi menara untuk membakar sarang lebah tanpa memberitahu warga. Insiden ini memicu kemarahan warga yang sudah lama meragukan kelayakan struktur menara yang berusia hampir dua dekade. Warga menuntut Pemerintah Kota Subulussalam dan DPRK setempat untuk mengevaluasi izin bangunan dan melakukan audit kelayakan konstruksi.
Keresahan Warga
- Menara berusia hampir 20 tahun: Warga meragukan apakah struktur besi setinggi 70 meter masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) mengingat korosi dan kelelahan material.
- Magnet petir: Menara sering menjadi sasaran petir selama musim penghujan, merusak perangkat elektronik warga sekitar.
- Minimnya prosedur operasional standar: Insiden pembakaran sarang lebah menunjukkan kurangnya empati perusahaan terhadap psikologis warga.
Warga menuntut lebih dari sekadar permintaan maaf. Mereka mendesak Pemko Subulussalam bersikap tegas terhadap perusahaan pemilik menara dan melakukan audit kelayakan konstruksi sebelum bencana yang sebenarnya terjadi. Hingga berita ini diwartakan, pihak perusahaan pemilik BTS belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%
BANDA ACEH - Di tengah keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal...
: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
Kenapa Listrik Aceh Padam Berulang Sebelum Idul Adha? Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatra Bagian
“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian.
Aceh Perlu Badan Pengelola Khusus Agar Dana Otsus Rp110T Tidak Sia‑Sia
Oleh Nasrul Zaman* DUA dekade berlalu sejak lonceng perdamaian berbunyi di Helsinki pada Agustus 2005, yang kemudian dinarasikan secara yuridis...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.