Kembalipolitik

Warga Lhok Puuk Khawatir Tinggal di Gubuk Akibat Banjir Rob

Penulis

serambinews.com

Tanggal

18 Mei 2026

Warga Lhok Puuk Khawatir Tinggal di Gubuk Akibat Banjir Rob

Kondisi Lapangan dan Dampak Sosial Ekonomi

Banjir rob yang melanda pesisir Kecamatan Seunuddon sejak Jumat (15/5/2026) kini menenggelamkan ratusan rumah warga, sawah, dan kebun di Desa Lhok Puuk serta desa sekitarnya seperti Ulee Rubek Barat dan Matang Puntong. Air laut masuk ke permukiman sejak Jumat dan terus naik, mencapai ketinggian sekitar 50 cm pada Minggu (17/5/2026), sehingga merendam hunian sementara (huntara) yang ditempati korban abrasi dan membuat ratusan keluarga harus evakuasi.

Di tengah situasi ini, penyintas banjir dan abrasi di Kecamatan Seunuddon masih belum menerima bantuan dana jatah hidup (jadup) dari Pemerintah Pusat. Proses pendataan korban yang dilakukan desa bersama Babinsa masih memerlukan waktu untuk divalidasi sebelum diserahkan ke Kementerian Sosial, menyebabkan banyak keluarga yang tinggal di gubuk darurat atau tenda menunggu bantuan.

  • Air laut mencapai 50 cm, merendam sawah, kebun semangka, singkong, cabai, dan tanaman muda warga.
  • 136 dari 159 kepala keluarga di Dusun Barat telah mengungsi ke barak sejak dua pekan lalu.
  • Kebun warga yang ditanami semangka, singkong, cabai, dan berbagai tanaman muda terendam air asin, ancaman gagal panen meningkat.
  • Warga nelayan kehilangan rumah dan alat tangkap, kesulit memenuhi kebutuhan hidup sehari‑hari.
  • Proses pencairan jadup masih dalam tahap verifikasi data oleh Muspika dan keuchik sebelum diserahkan ke Kementerian Sosial.
  • Beberapa desa lain di Kecamatan Seunuddon juga mengalami keterlambatan serupa dalam penerimaan data korban.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.