Bupati Aceh Tengah, Drs Haili Yoga M.Si, melepas ekspor Kopi Gayo sebanyak 19,2 ton ke Inggris. Pelepasan berlangsung di gudang Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi) Ketiara, Kampung Umang, Kecamatan Bebesen, Takengon. Bupati menyampaikan rasa bangga atas capaian ekspor tersebut yang dinilai sebagai bukti nyata kualitas dan daya saing Kopi Gayo di pasar internasional.
Bupati Haili Yoga mengapresiasi peran Ketiara yang terus membina petani kopi, khususnya dalam menjaga kualitas serta kelestarian lingkungan melalui program Ketiara Cinta Hutan. Ekspor ini menjadi salah satu tonggak penting dalam memperkuat posisi Kopi Gayo sebagai komoditas unggulan Aceh Tengah yang mampu bersaing di pasar global sekaligus mendorong kesejahteraan petani lokal.
Dampak Ekspor Kopi Gayo
- 19,2 ton Kopi Gayo diekspor ke Inggris, menandai prestasi kualitas dan daya saing kopi lokal.
- Koperasi Ketiara berperan penting dalam menjaga kualitas dan kelestarian lingkungan melalui program Ketiara Cinta Hutan.
- Ekspor ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat posisi Kopi Gayo di pasar global.
- Kegiatan pelepasan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah, termasuk pimpinan Ketiara, Ketua TP PKK Aceh Tengah, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Tengah.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%
BANDA ACEH - Di tengah keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal...
: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
Kenapa Listrik Aceh Padam Berulang Sebelum Idul Adha? Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatra Bagian
“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian.
Aceh Perlu Badan Pengelola Khusus Agar Dana Otsus Rp110T Tidak Sia‑Sia
Oleh Nasrul Zaman* DUA dekade berlalu sejak lonceng perdamaian berbunyi di Helsinki pada Agustus 2005, yang kemudian dinarasikan secara yuridis...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.