Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Harga Avtur Naik 80%, Tiket Pesawat Aceh Terancam Mahal Akibat Konflik Timur Tengah

3 jam yang lalu

Harga bahan bakar pesawat (avtur) di Indonesia mengalami kenaikan tajam hingga 80% akibat konflik di Timur Tengah. Lonjakan ini berdampak langsung pada industri penerbangan nasional, termasuk rute-rute yang melayani Aceh. Maskapai penerbangan kini menghadapi tekanan biaya operasional yang signifikan, dengan avtur menyumbang sekitar 40% dari total biaya operasional.

Kenaikan harga avtur ini diprediksi akan merambat ke harga tiket pesawat, yang berpotensi membebani masyarakat Aceh yang bergantung pada transportasi udara. Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyatakan bahwa kenaikan ini sudah diprediksi sejak awal dan mendesak pemerintah untuk segera menyesuaikan tarif batas atas (TBA) penerbangan domestik.

Dampak Kenaikan Harga Avtur

  • Kenaikan Harga Avtur: Harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta naik dari Rp13.656 per liter menjadi Rp23.551 per liter, atau sekitar 72% dalam waktu singkat.
  • Dampak pada Maskapai: Biaya bahan bakar yang menyumbang 40% dari total biaya operasional maskapai membuat keberlanjutan bisnis terancam.
  • Potensi Kenaikan Tiket: Maskapai berpotensi menaikkan harga tiket pesawat untuk menutupi biaya operasional yang meningkat.
  • Langkah Efisiensi: Garuda Indonesia mengambil langkah efisiensi operasional, termasuk optimalisasi penggunaan bahan bakar dan pengendalian biaya operasional.

Langkah Pemerintah dan Maskapai

Pemerintah didesak untuk segera menyesuaikan tarif batas atas (TBA) penerbangan domestik dan menaikkan fuel surcharge. Maskapai juga memperkuat manajemen arus kas dan menjaga likuiditas perusahaan agar operasional tetap berjalan. Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor aviasi menjadi kunci dalam menjaga ketahanan industri di tengah tekanan global.

Harga Avtur Naik 80%, Tiket Pesawat Aceh Terancam Mahal Akibat Konflik Timur Tengah