Kembalikesehatan

Warga Aceh menantikan klarifikasi JKA setelah pertemuan Forkopimda

Penulis

modusaceh.co

Tanggal

19 Mei 2026

Warga Aceh menantikan klarifikasi JKA setelah pertemuan Forkopimda

Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, menegaskan pentingnya dialog dan transparansi dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) setelah timbulnya indikasi provokasi terkait perubahan kebijakan JKA melalui Pergub Nomor 2 Tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda yang mengaitkan unsur kepolisian, akademisi, dan pemangku kepentingan di Meuligoe, Selasa 12 Mei 2026.

Hasil rapat mencerminkan komitmen pemerintah Aceh untuk menyusun regulasi JKA baru yang melibatkan partisipasi publik, memperkuat validasi data penerima manfaat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dan membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Wali Nanggroe juga mengajak seluruh pihak menjaga stabilitas sosial melalui komunikasi yang baik dan semangat persaudaraan.

Langkah Selanjutnya untuk Jaminan Kesehatan Aceh

  • Pembentukan tim penyusun Pergub JKA baru yang meliputi pemerintah, legislatif, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat sipil.
  • Perkuatan validasi data penerima manfaat berdasarkan DTSEN untuk menjamin keakuratannya.
  • Pembukaan ruang komunikasi yang lebih luas melalui forum dialog dan transparansi dengan masyarakat.
  • Penataan ulang data penerima manfaat sesuai dengan inti Pergub Nomor 2 Tahun 2026 yang sebelumnya dicabut.
  • Persiapan regulasi baru yang mengedepankan keberlanjutan layanan kesehatan dan perlindungan sosial rakyat Aceh.
  • Ajakan Wali Nanggroe untuk menjaga stabilitas Aceh melalui komunikasi yang baik dan semangat persaudaraan.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.