Dzakwan Dhiya Ramadhana, siswa SMA Negeri Modal Bangsa Aceh Besar, berhasil meraih prestasi luar biasa dengan diterima di dua universitas ternama dunia sekaligus. Dia akan melanjutkan studi S-1 di Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan University of British Columbia (UBC) Kanada.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan masyarakat Aceh, mengingat Dzakwan juga pernah meraih medali perak di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2024 dan 2025.
Prestasi Dzakwan Dhiya Ramadhana
- Diterima di Nanyang Technological University (NTU) Singapura pada Program Studi Material Engineering
- Diterima di University of British Columbia (UBC) Kanada pada Fakultas Teknik
- Meraih medali perak di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2024 dan 2025
- Menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk bermimpi besar dan bersungguh-sungguh mengejar impian
Kepala SMA Negeri Modal Bangsa Aceh, Misra MPd, mengucapkan selamat dan bangga atas prestasi Dzakwan. Dia berharap prestasi Dzakwan dapat menginspirasi siswa-siswi lain untuk terus berusaha dan mencapai apa pun yang mereka inginkan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%
BANDA ACEH - Di tengah keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal...
: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
Kenapa Listrik Aceh Padam Berulang Sebelum Idul Adha? Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatra Bagian
“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian.
Aceh Perlu Badan Pengelola Khusus Agar Dana Otsus Rp110T Tidak Sia‑Sia
Oleh Nasrul Zaman* DUA dekade berlalu sejak lonceng perdamaian berbunyi di Helsinki pada Agustus 2005, yang kemudian dinarasikan secara yuridis...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.