Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Flower Aceh dan Lifeguards Aceh Tetap Bantu Korban Banjir di Aceh Tamiang

3 jam yang lalu

Banjir besar yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 meninggalkan dampak panjang bagi ribuan keluarga. Terutama kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Meski sebagian relawan dari luar daerah mulai kembali ke tempat asal, Flower Aceh dan Lifeguards Aceh tetap konsisten menjalankan misi kemanusiaan di sejumlah kabupaten terdampak, termasuk Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Pidie, dan Pidie Jaya.

Mereka mengoperasikan dapur umum, menyalurkan logistik, menyediakan layanan pengaduan kekerasan berbasis gender, serta mendistribusikan bantuan khusus untuk kebutuhan perempuan dan anak. Di Aceh Tamiang, dengan dukungan Penabulu-Oxfam, WLHL, Lokadaya, dan mitra lainnya, relawan mendistribusikan sembako, hygiene kit, shelter kit, kasur lipat, tikar, perlengkapan memasak, hingga tabung gas ke gampong-gampong yang sulit dijangkau akibat rusaknya akses jalan.

Bantuan yang Diberikan

  • Dapur umum yang setiap hari memproduksi ratusan nasi bungkus dibagikan ke tenda-tenda pengungsian di Kota Lintang, Desa Kesehatan, Kampung Kota Kuala Simpang, hingga Gampong Babo.
  • Pakaian baru diberikan kepada korban, terutama perempuan dan anak-anak yang kehilangan seluruh harta benda.
  • Distribusi bantuan diperluas dengan sembako, hygiene kit, dan perlengkapan pengungsian.
  • Pendataan dilakukan melalui rapid assessment agar bantuan tepat sasaran.

Dampak dan Rencana ke Depan

  • Hingga pertengahan Maret 2026, lebih dari 2.950 kepala keluarga telah menerima manfaat dari rangkaian distribusi ini.
  • Pada 15–17 Maret 2026, tim baru saja menyelesaikan distribusi di Desa Bukit Tempurung, Aceh Tamiang.
  • Rencananya, pertengahan April 2026 akan kembali disalurkan 2.557 paket sembako di tiga desa yang sama.

Ketua Posko Flower Aceh & Lifeguards Aceh, Agus Milanda menegaskan, bahwa operasi kemanusiaan masih terus berjalan. "Kami tidak akan berhenti selama masih memiliki kekuatan dan sumber daya. Meskipun banjir mulai surut, pemulihan ekonomi dan kebutuhan dasar masih menjadi pekerjaan besar," ujarnya.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati menyampaikan, apresiasi kepada seluruh mitra dan donatur. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, baik lokal maupun internasional, menjadi bukti bahwa solidaritas tidak mengenal batas wilayah. Flower Aceh sendiri fokus pada pemenuhan hak perempuan dan anak, termasuk perlengkapan ibu hamil, popok bayi, serta pendampingan psikososial.

Sementara Lifeguards Aceh, di bawah kepemimpinan T Ayatullah Bani Baeit, berpengalaman dalam evakuasi korban, pendirian dapur umum, dan distribusi logistik ke daerah terpencil. Kehadiran kedua organisasi ini menjadi harapan bagi masyarakat terdampak. Di saat banyak pihak mulai mundur, mereka tetap bertahan dan terus berbagi.

Semangat kemanusiaan yang ditunjukkan Flower Aceh dan Lifeguards Aceh menjadi inspirasi bahwa kepedulian terhadap sesama adalah kekuatan utama dalam menghadapi bencana.

Flower Aceh dan Lifeguards Aceh Tetap Bantu Korban Banjir di Aceh Tamiang