Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD), menanggapi pernyataan Bupati Bireuen, H Mukhlis, yang mengaku kehilangan semangat dalam membantu korban banjir akibat kritik media. HRD menekankan bahwa kritik publik seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan tekanan yang melemahkan kinerja.
HRD menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kuat dan responsif dalam situasi bencana. Ia juga menekankan perlunya komunikasi terbuka antara kepala daerah dan masyarakat terdampak, serta pendekatan langsung untuk memahami kondisi riil di lapangan.
Poin Penting dari HRD
- Kritik sebagai bahan evaluasi: HRD menilai kritik mencerminkan kondisi nyata di lapangan, khususnya terkait penanganan banjir di Kabupaten Bireuen.
- Komunikasi terbuka: Pentingnya dialog langsung dengan masyarakat korban banjir dan musyawarah di desa untuk menemukan solusi.
- Lemahnya komunikasi pemerintah: Minimnya sosialisasi menyebabkan banyak masyarakat belum memahami mekanisme bantuan.
- Persoalan teknis: Polemik Dana Tunggu Hunian (DTH), pendataan korban yang belum akurat, dan belum adanya langkah konkret terkait pembangunan hunian sementara (huntara).
- Mekanisme bantuan pusat: Bantuan pusat bergantung pada usulan dari daerah dengan administrasi yang cepat, data akurat, dan usulan lengkap.
HRD menegaskan bahwa pemerintah pusat siap memberikan dukungan penuh, namun sangat bergantung pada kinerja pemerintah daerah. Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam situasi krisis memerlukan keberanian untuk turun langsung, mendengar masyarakat, dan mengambil keputusan yang tepat dan akurat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:Petani Garam Lancok Khawatir, Penghasilan Rosak Akibat Banjir 42 Dapur
ACEH UTARA - Puluhan petani garam tradisional terdampak banjir besar di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, hingga kini luput dari...
Enam bulan di tenda, tiga keluarga Bireiu menunggu hunian","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":78,"Summary":"Enam bulan setelah
BIREUEN — Air mata Fitriani tak lagi bisa ditahan. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda darurat...
DPRA Rekomendasikan Cabut Pergub JKA, Warga Aceh Khawatir Rp114 Miliar Sisa
BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA, Tgk. Anwar Ramli, menegaskan secara hierarki hukum, qanun memiliki kedudukan lebih tinggi...
, "PublicImpact":85,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":75,"FinalScore":82,"Summary":"Aceh masih mengalami pengangguran tinggi dengan TPT 5,60 persen dan 152.000
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Aceh mencapai 149.000 orang per Februari 2025. Angka ini naik 4.000 orang dibandingkan


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.