News
4.748 KK Aceh Masih di Tenda, Huntara Ditargetkan Tuntas 29 April
2 jam yang lalu
Empat bulan setelah banjir bandang melanda Aceh, ribuan keluarga masih bertahan di tenda pengungsian. Data per 20 Maret 2026 menunjukkan 4.748 kepala keluarga (KK) belum mendapatkan hunian sementara (Huntara), meski pemerintah menargetkan penyelesaian sebelum 29 April. Kendala utama meliputi ketersediaan lahan, ketidaksinkronan data, dan koordinasi antar kabupaten/kota.
Pemerintah Aceh berupaya mempercepat pemulihan dengan dua opsi: Huntara atau Dana Tunggu Hunian (DTH). Namun, progres pembangunan Huntara baru mencapai 81,65% dari target 17.501 unit, dengan 3.212 unit masih tertunda. Koordinasi dengan pemerintah pusat, NGO, dan kampus terus digencarkan untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Kondisi Pengungsi di Berbagai Kabupaten
- Aceh Tamiang: 154 keluarga di Kampung Lubuksidup masih menunggu Huntara yang belum selesai.
- Gayo Lues: Warga merayakan Lebaran di pengungsian karena kampung halaman rusak.
- Aceh Timur: Proyek Huntara mangkrak dengan progres fisik hanya 30-50% karena pekerja meninggalkan lokasi.
- Bireuen: 20 KK atau 75 jiwa masih bertahan di tenda pengungsian di kompleks Kantor Bupati.
Tantangan dan Solusi
- Ketersediaan Lahan: Banyak lokasi belum clear and clean, terutama di Pidie Jaya.
- Koordinasi: Pemerintah Aceh membentuk Satgas dan posko untuk mengawal pemulihan.
- Data: Pemutakhiran data dipercepat untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Pemerintah Aceh mengimbau warga yang belum terdata untuk segera melapor ke pemerintah setempat. Komitmen untuk menyelesaikan Huntara dan DTH sebelum 29 April menjadi prioritas, agar masyarakat dapat segera memulai kehidupan normal kembali.
