Jadup belum cair memicu warga di Aceh Tamiang untuk menjual emas sebagai sumber uang tunai. Aktivitas ini terlihat jelas di Toko Emas Nusantara, Komplek Pertokoan Kencana Indah, Kota Kualasimpang, gdzie masyarakat lebih banyak datang menjual perhiasan dan simpanan emas dibanding membeli.
Dampak ekonomi dan sosial
- Harga emas London kadar 99% saat ini berada di angka Rp 8.300.000 per mayam, sedangkan kadar 97% dijual Rp 8.200.000 per mayam.
- Program Jadup mencatat 40.515 keluarga (143.711 jiwa) berhak menerima bantuan pasca‑banjir bandang 2025.
- Warga lebih banyak menjual emas daripada membeli, sesuai pernyataan pekerja toko Abdul Hafiz.
- Emas 22 karat dijual kisaran Rp 1.900.000 per gram, memberikan uang tunai yang lebih besar untuk kebutuhan sehari-hari.
- Penjualan emas dilakukan untuk menutup kebutuhan hidup sementara menunggu cairnya Jadup.
- Risiko penurunan tabungan keluarga meningkat jika Jadup terus tertunda, menegaskan tekanan ekonomi yang masih dirasakan pasca‑bencana.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Aceh Harap BPJS Buka Blokir JKA Agar Layanan Kesehatan Tidak Terganggu
Kita harap BPJS segera menindaklanjutinya, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat Aceh tidak terganggu. Nurlis Effendi
Warga Aceh Harap Cepat Serap Dana Bencana, KPK Minta Tindakan
Kalau perlu bersurat, bersurat. Sehingga itu bentuk keseriusannya gitu ya, bukan diam, bukan menunggu. Jadi lebih gercep lah bahasanya gitu
Pergub JKA 2026 Aceh Masih Berlaku, Meski Diinstruksikan Cabut
ACEH SELATAN — Status Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) hingga saat ini masih berlaku,...
:null is not allowed; need Title string. Provide Title as per earlier. Actually Title key:
LANGSA - Personel Satresnarkoba Polres Langsa menangkap dua pengedar narkotika jenis sabu dalam jumlah besar di Gampong Birem Puntong Kecamatan...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.