Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Perahu Oranye Jadi Penyelamat Warga Bireuen Pasca Jembatan Putus

3 jam yang lalu

Sejak jembatan Pante Lhong di Peusangan, Bireuen putus akibat banjir besar pada November 2025 lalu, warga di Desa Blang Panjoe dan Desa Kubu sempat terisolasi. Untuk mengatasi keterbatasan akses, warga merakit sebuah perahu ketek berwarna oranye yang kini menjadi penghubung utama antar desa.

Perahu sederhana ini beroperasi setiap hari hingga dini hari, membantu masyarakat menyeberang sungai yang deras, termasuk pelajar, pekerja, dan warga umum. Perahu ditarik dengan kabel seling yang digerakkan mesin sepeda motor dan bagian bawahnya disangga 28 drum plastik berisi angin.

Dampak dan Harapan Warga

  • Ongkos penyeberangan dikenakan Rp10.000 per sepeda motor, sedangkan penumpang orang dikenakan gratis.
  • Perahu ini menjadi simbol harapan sekaligus bukti kreativitas dan kebersamaan dalam menghadapi keterbatasan.
  • Jembatan Pante Lhong yang menghubungkan Desa Blang Panjoe dengan Desa Kubu putus total dalam musibah banjir November lalu bersama 28 jembatan lainnya di Bireuen.
  • Pembangunan jembatan baru sudah dimulai di kawasan tersebut, warga berharap proses pembangunan cepat rampung agar mereka tidak lagi bergantung pada perahu ketek sederhana.

Meskipun penuh keterbatasan, perahu ketek oranye ini telah menjadi penyelamat mobilitas warga. Kehadirannya menunjukkan semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi bencana dan menjadi pengingat betapa pentingnya infrastruktur yang kokoh untuk mendukung kehidupan sehari-hari.

Perahu Oranye Jadi Penyelamat Warga Bireuen Pasca Jembatan Putus