Kembalikriminal

: 74% Proyek Aceh 2026 lewat Penunjukan Langsung, Risiko Korupsi Tinggi

Penulis

serambinews.com

Tanggal

19 Mei 2026

: 74% Proyek Aceh 2026 lewat Penunjukan Langsung, Risiko Korupsi Tinggi

KPK menyoroti bahwa Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemerintah Aceh 2026 masih dominasi oleh pengadaan non‑tender. Hanya 0,92 % paket yang melalui tender terbuka, sementara 74 % (sekitar 7.722 paket) menggunakan Penunjukan Langsung (PL).

Komposisi Jenis Pengadaan dan Risiko yang Diperhatikan

  • 48 % pengadaan adalah barang, 26 % jasa konsultasi, 17 % jasa lain, dan hanya 9 % pekerjaan konstruksi.
  • PL diperbolehkan oleh peraturan, namun KPK menandainya sebagai red flag yang memerlukan pengawasan lebih ketat.
  • Pengawasan internal direkomendasikan untuk mengevaluasi tiap paket PL guna mencegah praktik pemecahan proyek yang menghindari tender.
  • KPK menegaskan bahwa mekanisme tender memiliki risiko penyimpangan lebih kecil dan harus diprioritaskan dalam pengadaan barang dan jasa.
  • Transparansi anggaran daerah dapat ditingkatkan dengan pembatasan PL dan penerapan standar tender yang konsisten di seluruh Kabupaten/Kota Aceh.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.