Tradisi meugang atau makmeugang di Aceh merupakan warisan budaya sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam. Setiap tahun, masyarakat Bireuen merayakannya dengan semangat, namun tahun ini berbeda. Bencana banjir dan lumpur yang melanda Aceh pada November 2025 meninggalkan dampak ekonomi yang berat bagi warga.
Di Matangglumpang Dua, Kecamatan Peusangan, suasana meugang Idulfitri terasa sepi. Pembeli daging tidak seramai tahun-tahun sebelumnya karena banyak warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana. Harga daging yang mencapai Rp160.000 hingga Rp180.000 per kilogram juga menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian.
Dampak Bencana terhadap Tradisi
- Ekonomi Terpuruk: Banyak warga kehilangan lahan pertanian, kebun, dan tambak, membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Bantuan Terbatas: Meskipun beberapa desa menerima bantuan daging dari pemerintah, tidak semua warga terdampak bencana mendapatkan bantuan tersebut.
- Perubahan Perilaku: Bencana telah mengubah perilaku masyarakat, termasuk dalam hal berlalu lintas yang menjadi lebih tertib dan saling menghargai.
Semangat Keislaman Tetap Kuat
Meskipun menghadapi kesulitan, semangat keislaman tetap terjaga. Kaum ibu terus mengarahkan anak-anaknya untuk mengaji di meunasah atau rumah-rumah darurat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa gairah keislaman tetap melekat dalam jiwa masyarakat Aceh, meskipun mereka sedang bersedih.
Tradisi meugang tahun ini menjadi pengingat akan ketahanan dan kebersamaan masyarakat Aceh dalam menghadapi cobaan. Meskipun rasa daging yang dimasak mungkin berbeda, semangat untuk tetap bersyukur dan beribadah tetap kuat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:Petani Garam Lancok Khawatir, Penghasilan Rosak Akibat Banjir 42 Dapur
ACEH UTARA - Puluhan petani garam tradisional terdampak banjir besar di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, hingga kini luput dari...
Enam bulan di tenda, tiga keluarga Bireiu menunggu hunian","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":78,"Summary":"Enam bulan setelah
BIREUEN — Air mata Fitriani tak lagi bisa ditahan. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda darurat...
DPRA Rekomendasikan Cabut Pergub JKA, Warga Aceh Khawatir Rp114 Miliar Sisa
BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA, Tgk. Anwar Ramli, menegaskan secara hierarki hukum, qanun memiliki kedudukan lebih tinggi...
, "PublicImpact":85,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":75,"FinalScore":82,"Summary":"Aceh masih mengalami pengangguran tinggi dengan TPT 5,60 persen dan 152.000
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Aceh mencapai 149.000 orang per Februari 2025. Angka ini naik 4.000 orang dibandingkan


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.