News
Jembatan Ambruk di Bireuen, Warga Peusangan Selatan Terpaksa Naik Ketek Setiap Hari
4 jam yang lalu
Banjir yang melanda Aceh pada November 2025 lalu masih meninggalkan dampak yang dirasakan oleh warga Peusangan Selatan, Bireuen. Jembatan Ulee Jalan yang ambruk akibat banjir tersebut belum juga diperbaiki, membuat warga, pelajar, dan guru terpaksa menggunakan boat ketek untuk aktivitas sehari-hari. Kondisi ini tidak hanya merepotkan, tetapi juga menghambat berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Setiap hari, ratusan orang termasuk guru dan siswa harus menggunakan boat ketek untuk mencapai sekolah dan tempat kerja. Jika air sungai naik, boat tidak berani bergerak, sehingga masyarakat terpaksa bersabar dan mencari alternatif lain. Suheri, seorang guru SMPN 2 Peusangan Selatan, mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya harus menempuh perjalanan yang lebih lama dan melelahkan untuk mencapai sekolah.
Dampak Terhadap Kehidupan Sehari-hari
- Aktivitas Pendidikan Terhambat: Guru dan siswa harus menggunakan boat ketek setiap hari, yang tidak hanya merepotkan tetapi juga membutuhkan biaya tambahan.
- Aktivitas Ekonomi Terganggu: Para pedagang dan warga lainnya kesulitan untuk beraktivitas, mengakibatkan penurunan pendapatan.
- Kesehatan dan Keamanan: Kondisi ini juga mempengaruhi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan keamanan.
- Harapan Masyarakat: Warga berharap pemerintah daerah, BNPB, dan pemerintah pusat segera turun tangan untuk membangun jembatan permanen.
Harapan dan Solusi
Masyarakat Peusangan Selatan berharap agar pembangunan jembatan permanen segera dilakukan. Jembatan bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga urat nadi kehidupan yang menghubungkan desa-desa dan memudahkan aktivitas sehari-hari. Dengan adanya jembatan, semua aktivitas akan kembali lancar, dan beban yang dirasakan oleh warga akan berkurang.
Saat ini, boat ketek masih menjadi penyelamat sementara bagi warga. Namun, harapan terbesar mereka adalah melihat jembatan baja kembali berdiri kokoh, menghubungkan desa-desa, dan menghapus rasa lelah serta biaya yang menguras kantong setiap hari.
