Mukarramah Fadhlullah mengajak kader PKK Aceh untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Program ini bertujuan mengatasi tantangan ekonomi dan potensi krisis pangan, serta mengurangi stunting.
Pekarangan rumah dapat ditanami berbagai komoditas seperti sayuran, cabai, rempah-rempah, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga buah-buahan. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, pemanfaatan pekarangan juga berpotensi meningkatkan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha skala rumah tangga.
Manfaat Program
- Meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan.
- Mengurangi stunting dengan pola konsumsi yang sehat dan bergizi.
- Meningkatkan ekonomi keluarga melalui usaha skala rumah tangga.
- Penting dalam kondisi darurat, seperti bencana alam.
Mukarramah berharap para pengurus PKK, khususnya Pokja III di seluruh kabupaten/kota, dapat menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan program ini kepada masyarakat. Dia juga mengingatkan bahwa pengalaman Aceh dalam menghadapi berbagai bencana telah memberikan pelajaran penting tentang pentingnya ketahanan pangan keluarga.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%
BANDA ACEH - Di tengah keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal...
: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
Kenapa Listrik Aceh Padam Berulang Sebelum Idul Adha? Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatra Bagian
“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian.
Aceh Perlu Badan Pengelola Khusus Agar Dana Otsus Rp110T Tidak Sia‑Sia
Oleh Nasrul Zaman* DUA dekade berlalu sejak lonceng perdamaian berbunyi di Helsinki pada Agustus 2005, yang kemudian dinarasikan secara yuridis...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.