Kembaliekonomi

.Nelayan Lampulo Aceh Hadapi BBM Tidak Menentu, Biaya Naik hingga 25 Juta

Penulis

modusaceh.co

Tanggal

18 Mei 2026

.Nelayan Lampulo Aceh Hadapi BBM Tidak Menentu, Biaya Naik hingga 25 Juta

Nelayan di Lampulo, Aceh, melaporkan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) sering tidak terjamin, terkadang mereka harus menunggu sampai tiga bulan tanpa mendapat sedikit pun solar. Meskipun pemerintah telah memberikan Surat Rekomendasi (Rekom) untuk mengakses solar subsidi seharga Rp6.000 per liter, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala antrean yang panjang dan pembatasan kuota.

Ketidakpastian dalam pasokan BBM memaksa nelayan mencari alternatif yang jauh lebih mahal,yaitu minyak industri non‑subsidi, sementara pendapatan dari penjualan ikan tidak cukup untuk menutup biaya bahan bakar yang meningkat.

Dampak Ekonomi dan Sosial pada Nelayan Lokal

  • Ketersesan BBM subsidi melalui Surat Rekomendasi terbatas: maksimal 5 jeriken (~200 liter) per orang, cukup untuk hanya dua hari melaut.
  • Harga BBM industri mencapai Rp12.000 per liter, dua kali lipat harga subsidi.
  • Biaya operasional per naik naik dari biasa Rp15 juta menjadi Rp25 juta perjalanan.
  • Hasil tangkapan menurun dari 2‑3 ton per trip menjadi hanya 1 ton.
  • Harga jual ikan nelayan tetap Rp17.000‑Rp18.000 per kilogram, sementara pendapatan tidak menutupi biaya bahan bakar.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.