Bank Aceh mencatat pertumbuhan aset sebesar 2,19 persen menjadi Rp 29,89 triliun pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini terjadi meskipun bank menghadapi tantangan pemulihan pascabencana banjir besar yang melanda Aceh.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan nasabah dan pengelolaan portofolio yang sehat. Bank Aceh juga mengakselerasi penyaluran pembiayaan sebesar 3,14 persen untuk sektor produktif, membantu pemulihan ekonomi masyarakat Aceh.
Pertumbuhan Aset dan Dana Pihak Ketiga
- Total aset Bank Aceh mencapai Rp 29,89 triliun, meningkat 2,19 persen dibandingkan dengan posisi Maret 2025.
- Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 25,17 triliun, tumbuh 2,47 persen year-on-year.
Penyaluran Pembiayaan
- Bank Aceh mengakselerasi penyaluran pembiayaan sebesar 3,14 persen menjadi Rp 21,20 triliun.
- Fokus pembiayaan diarahkan pada sektor-sektor produktif untuk membantu para pelaku usaha bangkit.
Strategi Bisnis Adaptif
- Bank Aceh memperkuat struktur ekonomi masyarakat pascabencana.
- Strategi bisnis adaptif diterapkan untuk memastikan bahwa setiap rupiah pembiayaan yang disalurkan memiliki dampak nyata bagi pemulihan ekonomi masyarakat Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%
BANDA ACEH - Di tengah keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal...
: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
Kenapa Listrik Aceh Padam Berulang Sebelum Idul Adha? Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatra Bagian
“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian.
Aceh Perlu Badan Pengelola Khusus Agar Dana Otsus Rp110T Tidak Sia‑Sia
Oleh Nasrul Zaman* DUA dekade berlalu sejak lonceng perdamaian berbunyi di Helsinki pada Agustus 2005, yang kemudian dinarasikan secara yuridis...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.