News
Warga Sawang Aceh Utara Terancam Keselamatan, Jembatan Permanen Dibutuhkan Segera
3 jam yang lalu
Masyarakat di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, menghadapi kesulitan transportasi sejak banjir besar pada November 2025. Akses jalan dan jembatan yang rusak memaksa warga, termasuk pelajar, untuk menggunakan rakit sebagai alat transportasi penyeberangan. Kondisi ini menimbulkan risiko keselamatan, terutama bagi pelajar yang harus menyeberangi Krueng Sawang setiap hari untuk bersekolah.
Anggota DPRK Aceh Utara, Amiruddin, meminta pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto untuk segera membangun jembatan permanen. Jembatan darurat yang sebelumnya dibangun telah rusak akibat debit air sungai yang tinggi, memperburuk kondisi akses transportasi di wilayah tersebut.
Dampak Terhadap Masyarakat
- Pelajar terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai setiap hari, dengan risiko keselamatan yang tinggi.
- Jembatan darurat yang dibangun sebelumnya telah rusak, meninggalkan masyarakat tanpa akses transportasi yang aman.
- Empat gampong di Kecamatan Sawang, yaitu Gampong Lhok Cut, Kubu, Blang Cut, dan Sawang, terisolasi akibat akses jalan yang putus.
- Akses jalan dan jembatan lain di wilayah tersebut juga dalam kondisi memperihatinkan, seperti jembatan Riseh Teungoh menuju Cot Calang dan jembatan Rabong Payong ke Lhok Bayu.
Harapan Masyarakat
Masyarakat Sawang berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan dan membangun jembatan permanen untuk memudahkan aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelajar. Zuraini (19), salah satu pelajar di wilayah tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya menggunakan rakit setiap hari dan berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi transportasi di wilayahnya.
