Masyarakat di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, menghadapi kesulitan transportasi sejak banjir besar pada November 2025. Akses jalan dan jembatan yang rusak memaksa warga, termasuk pelajar, untuk menggunakan rakit sebagai alat transportasi penyeberangan. Kondisi ini menimbulkan risiko keselamatan, terutama bagi pelajar yang harus menyeberangi Krueng Sawang setiap hari untuk bersekolah.
Anggota DPRK Aceh Utara, Amiruddin, meminta pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto untuk segera membangun jembatan permanen. Jembatan darurat yang sebelumnya dibangun telah rusak akibat debit air sungai yang tinggi, memperburuk kondisi akses transportasi di wilayah tersebut.
Dampak Terhadap Masyarakat
- Pelajar terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai setiap hari, dengan risiko keselamatan yang tinggi.
- Jembatan darurat yang dibangun sebelumnya telah rusak, meninggalkan masyarakat tanpa akses transportasi yang aman.
- Empat gampong di Kecamatan Sawang, yaitu Gampong Lhok Cut, Kubu, Blang Cut, dan Sawang, terisolasi akibat akses jalan yang putus.
- Akses jalan dan jembatan lain di wilayah tersebut juga dalam kondisi memperihatinkan, seperti jembatan Riseh Teungoh menuju Cot Calang dan jembatan Rabong Payong ke Lhok Bayu.
Harapan Masyarakat
Masyarakat Sawang berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan dan membangun jembatan permanen untuk memudahkan aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelajar. Zuraini (19), salah satu pelajar di wilayah tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya menggunakan rakit setiap hari dan berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi transportasi di wilayahnya.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%
BANDA ACEH - Di tengah keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal...
: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
Kenapa Listrik Aceh Padam Berulang Sebelum Idul Adha? Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatra Bagian
“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian.
Aceh Perlu Badan Pengelola Khusus Agar Dana Otsus Rp110T Tidak Sia‑Sia
Oleh Nasrul Zaman* DUA dekade berlalu sejak lonceng perdamaian berbunyi di Helsinki pada Agustus 2005, yang kemudian dinarasikan secara yuridis...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.