Yayasan Apel Green Aceh sedang menggagas Nagan Raya sebagai daerah percontohan dalam pengembangan desa ramah iklim dan perlindungan hutan berbasis adat. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran Pawang Uteun sebagai penjaga hutan dan mendorong transformasi menuju ekonomi hijau di Aceh.
Gagasan ini melibatkan kolaborasi multipihak, termasuk pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, untuk mencapai target pembentukan enam desa ramah iklim, pelatihan 30 Pawang Uteun, dan peningkatan kapasitas 50 pemuda melalui program Sekolah Iklim.
Target Program Desa Binaan
- Pembentukan enam desa ramah iklim dengan rencana konservasi berbasis masyarakat.
- Pelatihan dan penguatan kapasitas 30 Pawang Uteun dalam patroli kawasan adat.
- Peningkatan kapasitas 50 pemuda melalui program Sekolah Iklim.
- Penerbitan SK resmi sebagai bentuk legitimasi formal bagi Pawang Uteun.
Tantangan dan Solusi
- Alih fungsi lahan: Vegetasi hutan di bibir Danau Laot Tadu hanya tersisa sekitar 50 meter akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit.
- Legitimasi formal: Pawang Uteun dinilai masih lemah dari sisi legitimasi formal dalam sistem pemerintahan modern.
- Solusi: Pengembangan ekowisata berbasis lingkungan dan percepatan penyusunan regulasi untuk menguatkan peran Pawang Uteun.
Dukungan dan Kolaborasi
- Majelis Adat Aceh (MAA): Mendukung penguatan kelembagaan Pawang Uteun sebagai bagian penting dari upaya menjaga nilai-nilai adat dan melestarikan hutan.
- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG): Mendorong percepatan penyusunan regulasi dan kolaborasi lintas sektor dalam penguatan kapasitas masyarakat.
- Pemerintah Kabupaten Nagan Raya: Menganggap desa sebagai garda terdepan dalam pelestarian lingkungan dan mendorong masyarakat menjadi subjek aktif dalam pelestarian lingkungan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%
BANDA ACEH - Di tengah keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal...
: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
Kenapa Listrik Aceh Padam Berulang Sebelum Idul Adha? Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatra Bagian
“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian.
Aceh Perlu Badan Pengelola Khusus Agar Dana Otsus Rp110T Tidak Sia‑Sia
Oleh Nasrul Zaman* DUA dekade berlalu sejak lonceng perdamaian berbunyi di Helsinki pada Agustus 2005, yang kemudian dinarasikan secara yuridis...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.