PT Pembangunan Aceh (PEMA) melalui anak usahanya, Sumatera Noble Coffee KSO, berhasil mengekspor 19 ton kopi arabika jenis Triple Pick ke Amerika Serikat pada awal April 2026. Ekspor perdana ini merupakan wujud komitmen PT PEMA dalam menjangkau pasar global kopi Gayo dan memperkuat entitas usaha baru di sektor kopi yang berkelanjutan.
Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama dari berbagai pihak, termasuk dukungan dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. PT PEMA juga berencana untuk mengirimkan ekspor lanjutan ke AS pada awal Mei 2026.
Kolaborasi dan Dampak Ekonomi
- 19 ton kopi Gayo diekspor ke Amerika Serikat, memperkuat pasar internasional.
- 21 ton kopi terjual di pasar domestik, khususnya Medan.
- Kolaborasi dengan petani dan mitra lokal menjadi fondasi utama keberhasilan.
- PT PEMA berkomitmen membangun ekosistem usaha di sektor kopi untuk kebaikan ekonomi Aceh.
Dukungan Pemerintah Daerah
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, terus mendorong pengembangan potensi unggulan daerah, termasuk kopi Gayo, agar semakin dikenal luas di pasar dunia. PT PEMA optimistis sektor kopi dapat menjadi salah satu pilar penting dalam kebangkitan ekonomi Aceh secara berkelanjutan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%
BANDA ACEH - Di tengah keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal...
: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
Kenapa Listrik Aceh Padam Berulang Sebelum Idul Adha? Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatra Bagian
“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian.
Aceh Perlu Badan Pengelola Khusus Agar Dana Otsus Rp110T Tidak Sia‑Sia
Oleh Nasrul Zaman* DUA dekade berlalu sejak lonceng perdamaian berbunyi di Helsinki pada Agustus 2005, yang kemudian dinarasikan secara yuridis...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.