Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan tetap stabil hingga akhir tahun, meskipun harga minyak dunia saat ini telah menembus angka 100 dolar AS per barel. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa tekanan akibat kenaikan harga energi global akan ditanggung oleh negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membebankan kenaikan harga tersebut kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa skema subsidi energi telah dirancang untuk satu tahun penuh, sehingga fluktuasi harga minyak dunia sudah diperhitungkan dalam penyusunan anggaran.
Dampak dan Langkah Pemerintah
- Stabilitas Harga: Pemerintah optimistis harga BBM bersubsidi dapat dipertahankan sampai akhir tahun tanpa penyesuaian.
- Kesehatan Fiskal: Pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga kesehatan fiskal, termasuk efisiensi belanja negara dan peningkatan penerimaan.
- Peredam Gejolak: APBN berfungsi sebagai peredam gejolak ekonomi (shock absorber), sehingga masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa terbebani kenaikan biaya yang signifikan.
- Cadangan Anggaran: Purbaya menyebut pemerintah masih memiliki cadangan anggaran yang cukup untuk menghadapi tekanan global.
Purbaya juga menekankan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Ia berharap langkah ini dapat mencegah kepanikan dan dampak negatif pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:Petani Garam Lancok Khawatir, Penghasilan Rosak Akibat Banjir 42 Dapur
ACEH UTARA - Puluhan petani garam tradisional terdampak banjir besar di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, hingga kini luput dari...
Enam bulan di tenda, tiga keluarga Bireiu menunggu hunian","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":78,"Summary":"Enam bulan setelah
BIREUEN — Air mata Fitriani tak lagi bisa ditahan. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda darurat...
DPRA Rekomendasikan Cabut Pergub JKA, Warga Aceh Khawatir Rp114 Miliar Sisa
BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA, Tgk. Anwar Ramli, menegaskan secara hierarki hukum, qanun memiliki kedudukan lebih tinggi...
, "PublicImpact":85,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":75,"FinalScore":82,"Summary":"Aceh masih mengalami pengangguran tinggi dengan TPT 5,60 persen dan 152.000
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Aceh mencapai 149.000 orang per Februari 2025. Angka ini naik 4.000 orang dibandingkan


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.