Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Blok Migas Aceh Tak Lagi Menganggur, Investor Jepang dan Malaysia Datang

3 jam yang lalu

Blok-blok migas di Aceh yang sebelumnya menganggur kini menarik minat investor baru. Kepala BPMA Aceh, Nasri Djalal, mengumumkan bahwa seluruh wilayah kerja (WK) migas di Aceh telah mendapatkan peminat, baik dari investor asing maupun nasional. Salah satu capaian penting adalah minat dari dua perusahaan Jepang, JAPEX dan JOGMEC, terhadap Blok Andaman I, yang kini memasuki tahap akhir administrasi.

BPMA juga berhasil mengembalikan Blok South Block A (SBA) untuk dikelola oleh BUMD Aceh, sesuai dengan regulasi yang mengharuskan penawaran kepada BUMD sebelum dibuka untuk umum. Selain itu, kerja sama antara PT Energi Hijau Biru (Aceh) dan Barakah Petroleum (Malaysia) sedang dalam tahap evaluasi untuk bekas wilayah kerja Zaratech.

Dampak dan Target

  • Blok Andaman I: Diminati oleh JAPEX dan JOGMEC, dengan progres administrasi mencapai 90%.
  • Blok SBA: Dikembalikan untuk dikelola oleh BUMD Aceh, dengan PT Pembangunan Aceh (PEMA) sebagai calon pengelola.
  • Target Produksi: BPMA menargetkan produksi minyak mencapai 10.000 barel per hari dalam beberapa tahun ke depan.
  • Investasi Jangka Panjang: Dampak terhadap kesejahteraan masyarakat tidak instan, tetapi diharapkan menjadi fondasi ekonomi Aceh di masa depan.

Meskipun sektor migas saat ini bukan sumber pendapatan utama, BPMA optimistis bahwa dengan bertambahnya blok baru dan masuknya investor, Aceh dapat memperkuat perekonomian daerah. Pendapatan migas akan dibagi dengan komposisi 70% untuk Aceh dan 30% untuk pemerintah pusat.

Blok Migas Aceh Tak Lagi Menganggur, Investor Jepang dan Malaysia Datang