News
21 Keluarga di Bireuen dan Aceh Tamiang Masih Tinggal di Tenda Pasca Banjir
6 jam yang lalu
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengakui masih ada masyarakat korban banjir di Aceh yang tinggal di tenda pasca banjir empat bulan lalu. Keberadaan pengungsi di tenda ditemukan di Kabupaten Bireuen sebanyak 21 keluarga dan di Aceh Tamiang yang tersebar di Kecamatan Sekerak.
Tito menyaksikan langsung tebing longsor akibat banjir sebanyak 20 titik selama kunjungannya. Pemerintah sedang membangun hunian tetap untuk pengungsi, dengan berbagai tahapan penanganan di masing-masing daerah.
Kondisi Pengungsi
- 21 keluarga di Bireuen masih tinggal di tenda.
- Di Aceh Tamiang, pengungsi tersebar di Desa Lubuksidup, Tanjunggelumpang, dan Sekumur.
- Di Sekumur, terdapat 20 titik longsor akibat kondisi jurang.
Penanganan Pemerintah
- Hunian tetap sedang dibangun untuk pengungsi di Bireuen.
- Di Lubuksidup, hunian sementara sudah dibangun dan listrik ditargetkan terpasang akhir pekan depan.
- Di Sekumur, hunian sementara dibangun secara in-situ sesuai permintaan warga.
Dampak Banjir
- Banjir akibat badai siklon tropis November 2025 mempengaruhi 2,1 juta jiwa di tiga provinsi, termasuk Aceh.
- Di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, sudah tidak ada warga yang tinggal di pengungsian.
- Bupati Aceh Tamiang mengapresiasi perhatian pemerintah dan meminta masyarakat bersabar.
