News
Petani Aceh Singkil Terus Rawat Cabai Meski Harga Anjlok 70%
11 jam yang lalu
Harga cabai merah keriting di Kabupaten Aceh Singkil mengalami penurunan drastis. Dari harga normal Rp50.000 per kilogram, kini hanya dihargai Rp10.000–Rp15.000 per kilogram. Penurunan ini membuat petani kehilangan pendapatan hingga 100 persen, mengingat harga terendah sebelumnya masih di kisaran Rp30.000–Rp35.000 per kilogram.
Meskipun demikian, petani seperti Jamil di Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, tetap melakukan perawatan tanaman cabai. Dengan 4.000 batang cabai yang ditanam dan modal puluhan juta rupiah, Jamil berharap harga cabai akan pulih saat panen dalam 2–3 pekan mendatang. Jika harga tetap di bawah Rp30.000 per kilogram, petani hanya bisa mengembalikan modal, yang berpotensi mengurangi jumlah petani cabai di Aceh Singkil.
Dampak Penurunan Harga Cabai
- Penurunan pendapatan petani hingga 100 persen.
- Permintaan cabai menurun drastis, mempengaruhi pasar lokal.
- Petani menunda panen dengan harapan harga naik.
- Modal tanam terancam jika harga tetap rendah.
- Potensi pengurangan petani cabai di Aceh Singkil.
Kondisi ini mencerminkan ketahanan petani Aceh dalam menghadapi ketidakpastian pasar. Meskipun harga anjlok, semangat petani untuk terus merawat tanaman menunjukkan harapan akan pemulihan ekonomi lokal.
